IMPLIKASI PANDEMI DAN REDUKSI IMAN KATOLIK?

IRWAN ADONARA (KABID KEROHANIAN KMK ST. AGUSTINUS FISIP UNDANA PERIODE 2019/2020)

Pandemi Viris Corona sampai hari ini terus menjadi momok yang menakutkan, dan semakin meresahkan masyarakat. Virus yang bermula dari Kota Wuhan China itu telah menjadi perhatian dunia dengan angka kematian yang sangat signifikan.

Adanya Kehadiran Covid 19 ini telah memicu banyak perhatian, diantaranya aspek kehidupan masyarakat dan pranata yang ada di masyarakat. Manusia dituntut untuk berdiam diri dan bersikap individualistis dengan sesamanya. Tentu hal ini sangat bertolak belakang dari nilai-nilai sosial dan kebiasaan yang ada di masyarakat.

Indonesia adalah satu dari sekian negara yang terus mengalami peningkatan mata rantai penyebaran Covid 19. Berbagai upaya dan tenagah dikeluarkan oleh Pemerintah, baik Nasional maupun Daerah untuk menekan lajunya perkembangan Virus mematikan ini. Salah satu kebijakan yang diambil oleh Pemerintah ialah Perayaan Misa tanpa Umat pada hari raya Paskah Katolik. Tentu ini kebijakan yang sangat rentan dengan umat Kristiani dimanapun berada. Namun pada posis ini kita mesti mengapresiasi langkah Pemerintah dalam berupayah menghentikan mata rantai penyebaran Covid 19 karena dalam perayaan hari suci tersebut tentu melibatkan banyak orang dan interaksi kolektif yang akan berpotensi terjadi penyebaran virus Corona, sebab sistem penyebaran Virus tersebut sangat cepat tanpa memilah-milah orang.

MISA TANPA UMAT, BERDAMPAK PADA IMAN?

Lalu muncul pertanyaan dalam benak saya; Apakah Perayaan Sucih Paskah tanpa Umat akan berdampak pada reduksi Iman Kekatolikan kita? Tentu tidak. Sesungguhnya iman adalah keyakinan akan keberadaan Allah yang tumbuh dari dalam hati tanpa dibuktikan. Sebagai umat Kristiani kita mesti menyadari bahwa peristiwa ini adalah ujian yang sedang diberikan oleh Tuhan kepada umat manusia, yang semakin hari semakin pudar iman Kristianinya. Manusia yang semakin egois, dan dunia yang penuh dengan Kemunafikan akan berujung pada malapetaka.

Di hari raya Paskah ini kita mesti Merevitalisasi Iman Kita yang hari ini redup dengan kuasa manusiawi yang serakah, kita mesti menyadari perbuatan kita dan kembali kepada jalan Allah.

Perayaan Paskah dirumah saja mengajarkan kita bahwa Tuhan itu ada didalam keheningan dan ketenagnan, mengajarkan kita bahwa Tuhan tidak membutuhkan pakian yang mewah untuk kegereja, melainkan Kesedrhanaa, ketenangan dan keheningalah Tuhan itu ada.

Oleh karena itu Dengan perayaan Paskah dirumah ini kuta semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, kita semakin sadar akan kapasitas hidup kita dan saling membantu dan berbagi. Kita percaya bahwa Musibah ini hanya sementara dan akan berakhir, karena kuasa Tuhan lebih besar dari segala-galanya. Kitpun berdoa kepada orang-orang yang menjadi korban dari Virus Corona, semoga ini secepatnya berlalu. Aminn

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai