KEBANGKITAN YESUS KRISTUS DI TENGAH WABAH COVID 19

KEBANGKITAN YESUS KRISTUS DI TENGAH WABAH COVID 19

Sebagai umat kristiani perayaan pesta paskah adalah bentuk untuk mengenang kisah sengsarah  dan kebangakita Yesus Kristus (Isa alamsih). Yesus dihukum mati  demi menebus dosa umat manusia.
Tetapi Ia tidak mati melainkan bangkit dari kubur setelah mengalahkan sakratul maut.

Hadirnya wabah virus corana (covid 19) ini,  membuat peryaan paskah  tahun 2020 ini sangat berbeda dengan  tahun-tahun  sebelumnya. Biasanya ditahun-tahun sebelumnya, pada perayaan kebangkitan Kristus kita saling berdatangan, berkunjungan dengan sesama kerabat kenalan untuk bersilaturahmi. Namun apa boleh buat,  kondisi hari ini mengharuskan kita mesti menghindari perkumpulan dan keramaian apalagi saling bersentuhan.  Ditengah pendemi yang merongrong dunia saat ini, semua aktivitas perayaan misa tidak dijalankan di gereja sebagaimana mestinya, melainkan di rumah masing-masing.
Meskipun demikian sebagai umat yang beriman kita senantiasa meneguhkan iman Katolik Kita akan KebangkitaNya. Sembari demikian kitapun turut memaknai perayaan kebangkitan Sang  Juru Selamat Kita,  tidak hanya melalui ucapan-ucapan melalui media sosial baik lewat via facebook, whatsApp, melainkan ikut serta mengambil hikmah dari kebangkitan Kristus hari ini.
Sesungguhnya Tuhan itu amat baik, Ia hendak memberikan ujian Iman kepada kita umatnya untuk bagaimana selalu menumbuhkan keteguhan dan ketakwan kepanya ditengah Pandemik yang telah banyak mereduksi nilai-nilai kehidupan sosial kita.


Oleh karena itu melalui tulisan ini saya mengajak kita semua untuk tetap kuat dan tegar dalam mengahadapi situasi kita saat ini. Semoga kita terus mengimani paskah dengan penuh sukacita dan selalu saling mengutakan dan saling mengingatkan kepada sesama untuk tetap waspada dan mawas diri serta selalu taat akan himbauan dari pemerintah  untuk membantu menyelamtkan dunia dari penyebaran  Covid 19
#Tetap di rumah.

Selamat merayakan pesta paskah 2020
Yesus telah Bangkit Halluya

Penulis
Elfridus Liwuq

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai